Tiga Komoditas, Satu Pengawalan: BRMP Jambi Tinjau Kedelai, Kacang Tanah, dan Cabai di Tebo
TEBO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi melalui Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Tebo, Dr. Endi Putra, S.P., M.Si., bersama tim dan Koordinator BPP Kecamatan Rimbo Bujang melakukan monitoring tiga komoditas pertanian di Kabupaten Tebo, Kamis (17/9). Pengawalan meliputi pertanaman kedelai di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV, pengembangan kawasan kacang tanah di Desa Rimbo Mulyo, serta calon lokasi Kawasan Aneka Cabai di Kecamatan Rimbo Bujang untuk melihat perkembangan tanaman, kondisi lapangan, dan kesiapan pengembangan masing-masing komoditas.
Pada pertanaman Pilot Project Kedelai Varietas Derap 1 di Desa Pematang Sapat, pertumbuhan tanaman belum optimal akibat kondisi kemarau dengan curah hujan yang sangat rendah. Pertanaman tersebut merupakan bagian dari pilot project kedelai seluas 1.000 hektare secara nasional dengan alokasi 60 hektare di Kabupaten Tebo, menggunakan benih hasil kegiatan Unit Benih Sumber Kedelai Spesifik Lokasi BRMP Jambi yang diproduksi bersama petani penangkar Desa Mekarsari, Kecamatan Rimbo Ulu dan diarahkan pula untuk menghasilkan benih kelas BR. Sementara itu, kacang tanah di lahan anggota Gapoktan Mandiri Sejahtera, Desa Rimbo Mulyo, menunjukkan pertumbuhan subur dan telah memasuki fase pembentukan polong. Kawasan tersebut memperoleh alokasi pengembangan seluas 10 hektare dengan dukungan benih varietas Kancil sebanyak 1.150 kilogram.
Monitoring juga dilakukan pada calon penerima dan calon lokasi Kawasan Aneka Cabai seluas 1 hektare di Kecamatan Rimbo Bujang. Produksi dari lokasi tersebut selama ini dipasarkan ke pasar dan juga dapat memenuhi pesanan langsung sesuai kebutuhan masyarakat. Rangkaian monitoring menjadi bahan evaluasi BRMP Jambi dalam mengawal pengembangan setiap komoditas berdasarkan kondisi spesifik lokasi, mulai dari respons tanaman terhadap iklim, fase pertumbuhan, kesiapan lahan, hingga potensi pemasaran. Hasil pengawalan selanjutnya menjadi dasar tindak lanjut bersama penyuluh dan pelaku utama pertanian untuk mendukung pengembangan kedelai, kacang tanah, dan aneka cabai di Kabupaten Tebo. (TAS)